Photobucket

Welcome ^_^


Rabu, 08 Desember 2010

Dinosaurus, Efek Samping Pemanasan Global


Tyrannosaurus Rex, reptil yang berevolusi akibat global 
warming (worldlatestnews.com)

Saat Bumi menjadi semakin panas, hujan berhenti turun dan hutan hujan tropis mengering.

VIVAnews - Pemanasan global menghancurkan hutan hujan tropis sekitar 300 juta tahun yang lalu. Kini ilmuwan melaporkan temuan mengejutkan yang mengungkapkan bahwa pemanasan global memicu evolusi drastis di kalangan reptil.

Evolusi tersebut, secara tidak sengaja membuka jalan munculnya dinosurus, 100 juta tahun kemudian. Meningkatnya suhu global terjadi di periode Carboniferous.

Di saat itu, Eropa dan Amerika Utara berada di kawasan khatulistiwa dan memiliki hutan hujan tropis yang cukup luas. Namun, saat suhu Bumi semakin panas dan kering, hutan hujan menjadi tandus dan memicu evolusi reptil.

Saat Bumi menjadi semakin panas, hujan berhenti turun dan hutan hujan tropis mengering. Hutan yang sangat luas kemudian terpecah-pecah menjadi beberapa

Hewan 'Gaul' Otaknya Lebih Besar

Otak binatang memiliki korelasi dengan sifat sosialnya
(AP Photo/Eduardo Verdugo)

Otak anjing lebih besar dari kucing. Ini sebabnya.

VIVAnews -  Aspek sosial pada binatang ternyata membawa manfaat yang baik. Berdasarkan penelitian terakhir dari para ilmuwan, sifat sosial membuat ukuran otak berkembang menjadi lebih besar.

Studi terbaru terhadap lebih dari 500 spesies mamalia, mengungkapkan bahwa binatang yang hidup di kelompok sosial memiliki ukuran otak yang lebih besar daripada binatang yang hidup sendirian.

Ini menjelaskan mengapa ukuran otak anjing lebih besar daripada ukuran otak kucing yang hidup soliter. Pakar biologi evolusi sejak lama berasumsi bahwa setiap spesies memiliki ukuran otak yang kurang lebih relatif sama dengan porsi ukuran tubuhnya.

Namun, menurut para peneliti dari Oxford, Dr Susanne Shultz dan Profesor Robin Dunbar, pada kenyataannya, ukuran otak tidak bisa disimpulkan secara sederhana seperti itu. Lebih lanjut, aspek

Letusan Gunung Musnahkan Manusia Purba


Neandertal, spesies manusia purba terdekat dengan manusia modern 
(zmescience.com)

Selama hampir 300 ribu tahun, homo Neandertal berhasil bertahan melewati cuaca ekstrim.


VIVAnews - Sebuah gua di kawasan utara pegunungan Kaukasus kemungkinan menjadi kunci dari misteri yang tak terpecahkan selama berabad-abad yakni mengapa Neandertal, spesies manusia purba yang terdekat dengan manusia modern mengalami kepunahan.

Padahal, selama hampir 300 ribu tahun, manusia beralis tebal, berdada bidang yang tinggal di kawasan Eropa dan Asia ini berhasil bertahan melewati kondisi cuaca dingin yang sangat parah dibanding yang pernah dialami manusia modern saat ini. Namun, sekitar 40 ribu tahun lalu, jumlahnya menyusut dan sekitar 28 ribu tahun lalu, Neanderthal habis.

Meluasnya populasi manusia modern (homo sapiens) sampai perubahan cuaca yang pesat diperdebatkan oleh para paleoanthropolog sebagai penyebab musnahnya manusia Neander (homo neanderthalensis). Akan tetapi, temuan terbaru membuktikan

Modul Jembatan Wheatstone (Teori Dasar)

  1. Hambatan listrik digunakan untuk mengatur besarnya arus listrik dalam suatu rangkaian. Jika hambatan listrik dilalui arus listrik akan terjadi perubahan energi listrik menjadi energi kalor, dan hal ini merupakan prinsip kerja, misalkan kompor dan setrika listrik.

    Hambatan listrik dari suatu pengantar (konduktor) adalah perbandingan dari beda potensial antara ujung konduktor dengan arus listrik yang melaluinya. Oleh karena itu salah satu cara untuk mengukur besar hambatan listrik dari konduktor adalah mengukur beda potensial dari ujung-ujungnya dengan voltmeter dan juga mengukur arus listrik yang melaluinya dengan amperemeter.

    Untuk pengukuran hambatan listrik dengan voltmeter dan amperemeter dapat digunakan rangkaian- rangkaian seperti pada gambar 1a atau gambar 1b.

    gambar1a

    gambar1b
    Pada gambar 1a amperemeter A mengukur arus iR yang melalui hambatan R, tetapi voltmeter V menunjukkan pembacaan beda potensial Vac dan bukan beda potensial Vbc yaitu beda potensial yang